Sabtu, 30 Mei 2009

Nol Awal dari Warna Bening

Sabtu, 30 Mei 2009 jam 19:11 by Yudha Waskita

terhitung mulai angka satu, dua tiga
ber urut membagi urut untuk berurut mengurut
tapi saya dapat bukan urutan satu dua atau tiga....
justeru sebellumnya yaitu nomor urut 0 alias NOL...
nomor yang orang tidak mau
nomor yang bikin orang malu
karena tanpa adab dan jumlah
karena dia NOL
jarang orang memilihnya
karena berarti tidak ada
karena berarti tiada
karena berarti kosong
kerna tidak berarti apa-apa.....

akupun terus beerada dalam NOL dan NOL
karena kuyakin NOL adalah karya
meski kau dibilang NOL
aku mengayuh sama dengan NOL
aku berjalan sama dengan NOL
apapun aku sama dengan NOL
karena itulah NOL adalah NOL
aku berada dalam NOL

jarum jam bergulir
dalam sebuah analog NOL
dalam hati NOL adalah NUR
dalam Planet NOL adalah matahari
Dalam Malam NOL adalah Bulan
Dalam warna NOL adalah Bening
karena bening tiada warna
karena NOL adalah ketiadaan
karena NOL adalah tidak ada
tapi selalu diadakan sebelum ada
Sebelum ada 'TIGA' ada 'DUA'
Sebelum ada 'DUA' ada 'SATU'
Sebelum ada'SATU...disitulah 'NOL'
sehingga NOL adalah awal dari 'ADA'

NOL adalah BENING
NOL adalah AWAL
sehingga NOL adalah AWAL dan BENING
karena dengan NOL aku bisa tahu awal
dengan BENING aku bisa tahu WARNA
sehingga NOL dan BENING
adalah AWAL DARI WARNA
yang buat alam ini berdetak"

Jumat, 29 Mei 2009

Badut di Negara Badut di Iklan Badut

jam 9:09 sabtu 30 mei 2009 by Yudha Waskita

ku dengar kicau kata dalam sebai berita
dari sebuah TV kondang
sebaris kata berkaca kaca
menyiar berita derita rakyat tiada henti tiada hati
semua di gebyar bak pasar tumpah
yang tersisa hanya derita si wartawan berita
karena tetap lapar digantang kerja sang majikan

terus ku simak berita duka
mencerita tentang luka, ganas, hilang, gempa, sampai seutas lumpur
yang tiada padam
bahkan Presiden did daya Indonesia juga tiada kuasa
memadam semburat lumpur
yang terus mengalir dalam derasnya luka rakyat
tiada kuasa semua menderita
bahkan semua kandas
dalam sebuah sindikat
berselimut undang-undang dan kuasa

besok dia akan didatangi calon Presiden
yang berjanji lantang untuk menyelesaikan
entah dengan sulap apa
yang jelas siapa orang pintar di Nusantara ini tiada kuasa
mungkin EMPU BARADAH yang masih sanggup
menyibak semua bagai menyibak kuasa sang Air langga di bumi Kediri
tapi itu cuma sebuah khayal

yang jelas negaraku sedang dipajangkan
badut-badut sulap yang akan jadi raja
diwaktu kita lapar akan semua
karena sang badut sudah siapkan
nasi dengan RASKIn yang sdh diselip dan diputihkan di Thailand
(Itupun juga akan disunat)
Memasak bukan lagi dengan minyak tanah tapi dengan GAS
(Itupun nanti akan menjadi langka)
makan gorengan dengan campuran plastik
(Supaya bisa jadi Pokemon)
Makan makanan yang sudah diisi formalin
(untuk makanan kita awet di perut sampai kapanpun tdk akan lapar)
minuman yang dicampur gula buatan
(Supaya irit tapi manisnya mengalahkan gula)
dan dan dan dan....
supaya semua cepat kena Kanker
karena penyakit itu adalah penyakit elite
yang dimiliki orang kaya'
dan harganya juga mahal

tersentak aku mendengar berita
yang terputus iklan kampanye
wah di republik ini akan
ramai
dengan berbagai cerita usang
tantang jagoan calon badut sulap'
yang menyatakan dirinya ahli dalam menyulap apa saja di republik ini
barang haram menjadi halal
masalah halal bisa dijadikan haram
hanya karena uang

senang aku...
nanti sang badut akan menghibur kita
selama 5 tahun akan dipenuhi ocehan para badut
dan itupun akan disiar dalam berbagai media badut
karena mediapun juga termasuk media badut
dengan atas nama kebebasan
mereka meneriakkan suara suara badut
karena semua tahu
mereka tidak akan bisa makan
karena dengan makan itu mereka akan kembali menjadi badut
bahkan mereka juga akan ikut
memerankan kisah sedih rakyat
walau hanya sebatas
tarian badut
dari iklan badut
dari negeri BADUT
untuk rakyat yang senang nonton
B A D U T
tanpa ada uang badut dalam bentuk iklan"
"gurat lembut tirai kasih, menjulur diantara makna hati, untuk sebuah meta bahasa, dalam carik lontar mantra, keindahan." by YW
"berjejer rindu diantara bukit hati, menancapkan kata bagaikan wayang berjajar, dengan silhoet makna yang memanjang diantara bentang kelir jalan hidup, untuk sebuah makna yang tergurat dalam WEDA SUTRA...." by YW, rabu 27 mei 2009
KUNCUP PAGI KUUCAP SYAHDU, UNTUK LAGU YANG KIAN MENDERU, SELAMAT PAGI TIADA HENTI, DALAM HATI YANG TERINJAK MALAM.......... by YW
"pupa mengalum dalam sekujur dadamu, bertabuh riuh jantung menalu rindu, akan sebuah dekap dari angkasa haru, untuk mewujud dalam suluh, meski gelap telah berkabut kutub, dalam hempas segala hitam, untuk menghalang segala harap, demi sebuah CITA................" by SA, 27 Mei 2009

PAS LEPAS TAK TERLEPAS


kukuh aku bertanggar
pada sebuah kiblat
sebagai sangga sebuah harapan
kini kabut mengusap deras
dari segala ujung kutub
meretas segala hampa
untuk sebuah wajah suram

kenapa hati harus terkubur
untuk sebuah rasa yang selaksa
kenapa hati barus dibunuh
hanya untuk sejengkal rasa

sedih bertalu syahdu
dalam luruh menuju syahdu
menatap arah tanpa kiblat
entah apa yang aku rasa

tiada doa dalam sehariku
yang memanjat dalam setiap hela
dengan nafas terhuyung
aku juga terus menabuh
dan terus ku menabuh

karena janjimu
kekasihku
TIADA HENTI KAU MENYAYANGIKU
meski semua kini ku lepas
bukan pertanda terlepas
tapi pertanda SAYANG
yang teruji dalam segala kutub rasa
untuk menuju
rasa SATU
rasanya KUDUS
TUS...........................
............................................JIMBARWANA'09

Rabu, 27 Mei 2009

SIH-ASIH-BERSIH

Rabu 27 Mei 2009 jam 12:17 by Yudha Waskita

SIH-I

berbaris jajar laskar kasih
dalam utas untai lirih
atas sebuah renung tentang bangsa
yang terhutang akan daya yang karam
seteguk air ingin ku carik
dalam galau gerang bumiku
sebagai kasih pada rakyat bangsaku

SIH-II
Giringan hatipun meringis
menatap dalam gelap langkah didepan
akan nasib upik bangsa nanti
kapan akan lekang segala merdeka
dalam tanah bumi pertiwi ini
mungkinkan kata MEREDEKA akan berakar
dalam Ranah Pertiwi ini?
yang berbalur tangis beribu sunyi
atas derita bangsa yang tiada henti
mungkinkan ada riang didalam nisan Bangsa Ini
karena tiada tawa yang berbuah dipohon bumi ini

SIH-III
Aku cuman berguman diam
dengan mantra bercerik lontar usang
aku cuma bertapa
dalam diamnya seribu riang
aku cuman melangkah
dalam seribu depanya sunyi
agar semua
terbentang bening
dalam kolam jagat NUSANTARA ini
karena
Kutahu
SEMUA AKAN BERAWAL
dari sebuah AWAL
yang harus dijalani
dalam AWAL
yang berhati ASIH
ASIH yang BERSIH
SIH............."

Dua Kekasih Bertaut

Rabu 27 Mei 2009 jam 14:24 by Sayu Agustini

dua kekasih
bertaut rindu
untuk bersumpah satu
dalam segala aral jaman
tapi kini terhuyung
karena kicau burung perkutut
yang hanya tahu
paruh dan perut

kicaunya burung
meriuh dalam lekuk hidup
yang kini bertalu
dalam genderang waktu

jauh dia berpantun
sang dua kekasih
untuk menyatu rindu
dalam selimut mimpi
meski kutahu
kedua kau malu
untuk berkata jujur
bahwa kau
kasih bertalu
dalam dua kerudung
yang dibilang tabu

syair ku tabuh
untuk sebuah pantun
semoga kau
tetap bertaut
dalam sebuah larut
cinta yang kudus
karena semua tahu
TUHANpun tahu
kalau ...kau
cinta sudah bertaut
jangan galau
akan kicau
karena kicau
hanya sebatas paruh dan perut
sujudkan doa
pada pencipta
semoga kau
tetap bertaut
dalam sebuah gubuk
meski kau kini
jauh mendayung
untuk sebuah
KATA CINTA"

Selasa, 26 Mei 2009

Jelang Budaya

Senin 25 Mei 2009 jam 12:50 by Yudha Waskita

siang bolong aku mengucurkan keringat
panas...kulitku membalut tulang yang sudah mulai gerah
tapi aku masih menjukurkan langkah dalam tapak jalan aspal panas
Naik ojek Pak...?
teriak tukang ojek disebelahku...sambil nangkris diatas jok sepada motor kreditnya
sama...dalam hatiku teriak...
sesama pengojek harus solidaritas...penderitaan
...hari ini
aku diundang jumpa pers...
oleh calon kandidat Capres dan Cawapres....
yang membahas masalah kebudayaan
disebuah gedung besar
berbalut udara dingin dari sebuah AC ygn begitu besar
aku terus melangkah
dengan kakiku
motorku rusak karena masinnya ngadat
cipi cipa cipi cipa,,,
katapun bersaut
dalam cakap bertalu
semua kata BUDAYA menjadi sudut pen ghias ucap segenap hadir
akupun bertanya
budaya INDONESIA...?
yang Asli..campuran?..modern, tradisional?
semuanya mencari makna dan bersilang kata dalam menyimakl arti
tapi semua juga tergenang dalam makna BUDAYA untuk sebuah ikatan
ikatan untuk nanti menjadi RAJA INDONESIA alias presiden
kenapa harus berebut
karena dia akan menjadi RAJA INDONESIA
yang akan dihormati dan dilayani
bagaikan Malaikat yang sedang geram akan kekuasaan
aku pun tertawa pada hati yang sudah lapar
karena harus menunnggu pembagian makan
syukur kalau ada amplopnya
hap hap ...cihui
acara selesai
BUDAYAPUN sekarang ditinggalkan
dlam setiap benak peserta
karena mereka tahu bukan budaya yang kita bahas tetapi hanya harapan yang kita cari
dalam segenap lembar baca orasi sang kandidat
mereka juga segera pulang...
mengharapkan dengan bicara BUDAYA
kita bisa menang
duh BUDAYA
indah hanya dibahas
bukan pahitnya di bahas membaja
tapi harapnya saja yang dipanjang lebar
untuk mencitra BUDAYAWAN
padahal
HANYALAH
PENCATUT BUDAYA
yang ASAL KERJA
untuk sebuah
BANGSA
yang sudah
BERBUDAYA
yang ADI dan yang LUHUNG
dibelantara jagat NUSA ...SAMUDERA
M E R D E K A"

Relung Katulistiwa

Senin 25 Mei 2009 jam 11:09 by Sayu Agustini

Membentang
dari fajarnya Nusantara
berjajar Nusa, diantara tasik biru
berkilau memancar jagat semesta
mengincar detak para penjarah
Kau Nusantara..
menggelayut diantara katulistiwa
menyanyikan lagu rindu
menjajar diantara dura negara
menjadikan kau seungguk taman
yang di galang diantara rumpunmu
dalam sebuah peta
peta kemiskinan
peta kemelaratan
peta kefanaan
peta penderitaan
diantara kekayaan MU
NUSANTARA ku
kaukah yang bertebar?
menyanyikan lagi syukur?
Kaukah yang berdandan
Berbalutkan sutera tangis?
Kaukah Yang berlenggang?
Berlangkah kaki terhuyung?
diantara jagat nusa buana raya
yang selalu mengincar harta ragamu
NUSANTARA-ku
Kerdipkan setitik asa
dan lahirkan sebulir bibit
diladang Nurani
Bangsaku
Bahwa
NUSANTARA harus J...A....Y...A
diantara penghianat bangsa
dan Bangsa2 penghianat
A...U...M sejulur BATARA-ku
Berkatilah NUsantara Ini
Untuk segala jaman dan segala bentang
dalam sebuah
BINGKAI
MERDEKA
DARI SEGALA JAJAH MANUSIA
YANG SERAKAH"

Senin, 25 Mei 2009

SELAMAT JALAN SANG KESATRIYA

"21 Mei 2009 jam 20:28 by Sayu Agustini

Apapun kau...Anda Kesatriyaku
Yang setia pada Negara dalam riuhnya geliat sang Korupsi
semua berteriak demi rakyat
semua berteriak demi Negara
Semua berteriak teriak
padahal hanya...
Demi Pangkat
Demi jabatan
Demi Angka
................atau memang
Demi KIAN....
tERUSLAH BERJUANG
MESKI DALAM HARUMNYA PUTIH BERSIH KAFAN GERSANGMU
AKU SENDIRI
MENGUTUK TERUS
PADA SANG JAWARA
YANG BERTAHTA DARI RAKYAT
HANYA BERTERIAK TERIAK
ENTAH UNTUK SIAPA
YANG JELAS
TIADA KAU DI RAWAT
SEBAGAI SATRIYA
PENJAGA BANGSA
YANG TAK GENTAR
AKAN SEMUA KATA J A M A N
MESKI KAU
HARUS BERSIMPUH
UNTUK SEBUAH
kata
l aaaaaa....pARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR...."

ANAKKU

22 Mei 2009 jam 20:56
Yudha Waskita

KAu harapanku...
Kaulah Belahan Hatiku...
Kau...dan kau ...segala2nya
hanya meta bahasa
yang bisa mengucapnya
Anakku....
kau puspita hati
kau hembus segala nafas
dalam hari hari yang ku tapak.
tegarkan hati segenap ragamu
untuk menapak masa depanmu
biarkan ku bertulang rasa
untuk mengantar
dalam jejak tapak lampahmu
tegarkan diri
atas nama doa langkahmu terus melaju
melajulah...
untuk masa depanmu
dan harapanku...."

DUH HERCULESKU... DUH...

21 Mei 2009 jam 11:20
(cermin keprihatinan thd jatuhnya Hercules TNI AU by Yudha Waskita)

Terkapar satu satu
Sang Perwira Satriya Muda
hanya karena seutas harap
atas terbatasnya anggaran..'K A T A N Y A' ....
tapi demi NKRI (KATANYA) kau tetap melaju..dan Maju
Apa daya gapai langkah kaki dan tanganmu sebatas harap
ragamu tiada tahan menerpa hempasnya alam.
kaupun luruh terlantak dalam sekecap terjang angkasa....
Duh...garuda dan rajawali KU
PAs terhempas...terangkul dalam dekap Ibu Pertiwi
Tuk Selamanya....
meninggalkan segala teriak isak lelehnya mata
Mutiara anak Bangsa yang terhilang
hanya gara-gara ......
TERBATASNYA ANGGARAN
untuk mengawal Negara
yang KATANYA...KAYA RAYA
Dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu gempita
dalam setiap pidatonya kampanye kandidat apapun
baik capres cawapres...sampai Calon ketua RT di kampungKU
yah...hanya gara-gara TERBATASNYA ANGGARAN....
yang kalah jumlahnya dengan Tabungannya
RANI yang sebesar Tiga Ratus Miliar Rupiah...
Hampir menyamai kekayaan Capres kita...
Getirkah hatiKU
Perihkah RAsaKU...
...Tak Berkedip mataku...
....Dalam kejapan rona...
......menatap sang pendahulunya TNI
.......yang sampai kini tetap terpanggang mentari sepanjang jaman...
.............tegap diantara jalan utama....
berperan sebagai sebuah PATUNG peringatan...sanga p[ahlawan
Yang ...katanya berani...
yang Katanya ...rela berkorban..
Yang katanya...setia kepada NKRI...
YAng katanya ...Tanpa Pamerih....
yang ...mungkin...sampai sekarang
harus menerima dengan tanpa pamerih
.....hidup jadi prajurit nyambi jadi tukang Ojek...
....Hidup sebagai Kesatriya Udara siap-siap menunggu giliran kapan jatuh dalam kecelakaan
.....yang hdiup dengan biaya terbatas KOPERASI-NYA ...K A T A N Y A akan dihapuskan
atas nama Reformasi TNI tidak boleh berbisnis...
padahal disanalah tempatnya PRAJURIT (SATRIYA MADE IN INDONESIA) dipercaya untuk ...
lkasbon SUSU ANAKNYA yang isterinya sakit2an tidak keluar ASI karena stres mengingat
suaminya bertugas terus di daerah Operasi.
DUH Prajuritku...
DUH SAtriyaku...
betapa harus ku menulis kata PILU
dalam raut Puisiku
hanya sekedar untuk berkata Prihatin
kepada Satriya
PENJAGA DAULATNYA
BANGSA
MENJAGA AMANNYA BANGSA
Sehingga Sang Koruptor dengan nyaman menikmati
hasil Korupsinya di Negeri
yang berbantalkan penderitaan Rakyat dan (TERNYATA) sama dengan Prajuritnya
Duh Ibu Pertiwiku
Terimalah PUtra BAngsamu
Dalam peluk khusuk dekapmu
Sebagai Satriya
sebagai pejuang
yang pantas KAu
Berikan Lencana Setia
Atas Bangsanya
Yang sementara
Mengabdi
PAda
Negara
YAng
KATANYA
KETERBATASAN ANGGARAN
SEMOGA

DALAM SEUTAS RASA

Kamis 21 Mei 2009 pk 2:31 by Yudha Waskita

PUSPA LOTUS
MEREKAH DARI LEMBAR LUMPUR
MENEMBUS GENANGNYA AIR
MEMIJARKAN RIANGNYA LOTUS
DALAM SEGALA WARNA

KINI KU TERTEGUN
MERASA DALAM KETUKAN RAGA
DAN TETAP BERDERAI MENGUSAP HEMPASNYA UDARA

AKUPUN TERTEGUN DAN TERGETUN
BAGAIMANA SEORANG RAJA
BERSIMPUH LEMAS
MENATAP SANG KASIH
MENANDA KASIH

TERUS KU MELAMPAH
DALAM PASTINYA SUARA HATI
UNTUK SEBUAH HARAP
ATAS SEUTAS SENYUM
YANG MELINGKAR DALAM KULUM BIBIRMU
BIKIN AKU TERTEGUN
DALAM SETIAP KERLING HATI

BIARKAN DIA BERSABDA LURUH
MESKI KINI TERTATIH SEDIH
DALAM KIBLAT RASA
AKAN SEBU
MENUJU KUTUB PANDANG RASA
DALAM SEBUAH GENANGNYA ASA

TUK SEBUAH HASRAT
DALAM LANGKAH
MESKI MELAYANG
TAPI PENUH HARAP
DALAM KEJAPNYA RASA
RASA YANG DAHAGA
DAN....
KUYAKIN
SEMUA
AKAN MENYATU...
DALAM SEBUAH DENYUT
DENYUT SANG WAHYU
UNTUK SELAMANYA"

KAYUN ASIKI

16 Mei 2009 jam 12:28

SEKADI SEKAR
MAPARAB ANGGREK
MEGANTUNG LAYU
MASUARA SEDIH
MACISNA LIRIH
MATATANGIS ELING
KALANGUN ANTUK URIP
SANG KACUNDUK RASA
RASANING KAYUN
MAMANAH KULANGUN
PUNIKA URIP
SANG DEWAN MANAH
MATUNGTUNGIN ANTUK
RAOS LAN BAOS
SANE KARASA
HALUS MANGALUB
MACISNA ASIH LAN SEMANDING
MADULURAN ANTUK MANAH KASIH
MASIKI RING SWARGAN HATI
MACACINGAK ASRIN-NING KAYUN
MADADOSIN REPTI
RING SAHANAN SELISIK ASIH
MANGDA SAMI
DADOS ASIKI
I MANAH LAN I KAYUN
MAJANGKEP SAMI
DADOS MATUNGGALIN
RING ARDA LAN NARESWARI
NING NING NING
ASIKI"

SURIAK SIU

oleh Sayu Agustini (catatan) 24 mei 09 jam 18:39

Ngeb Guimin tityang...
kaja, kangin, kelod lan kauh....
sami masuriak...
masuriak siu.....
gejer gumin tityang sekadi lindu matiban semeng
nyeh tityang masuara
takut tityang masuara
santukan sami pada trepti
macingak kiwa sareng tengen
sekadi jagat linuh
sabeh pengit meiteran ring gumin tityang
merereb sami sekadi gerubug siu
jejeh pisan tityang
sekadi bataran gumin tityang makaon saking pacarikan jagat
Ratu Batarin Tityang ring Prajapati
Ratu Bataran Tityang ring Pura Dalem
sampunan atman tityang ka amet antuk sang jogor manik
miwah maanter ring sang rng sang suratma
santukan ageng piwal tityang
tityang seneng bog bog
tityang seneng malampah kiwa
seneng mawiweke soleh
seneng piwal ring widhi
seneng nantangin karma
seneng mabawos nantang
nantangin jagat batara sami
santukan tityang meled
dados bataran momo
dados bataran kama
dados bataran angkara
dados bataran kala
nunas iwang tityang
ecen tityang galah
mecikang margi
sane sampun buug
katelajak antuk kukun tityang sane reged
nunas ampura tityang
icen pamargi
sane pacang ngelampahing
pamargin tityang nuju sunia
sunia ring jagat
sunia ring angkasa
mangde taler sami\
ring sahananin jatma ring jagat puniki
kasuecan pamatut
antuk kepiwalan ipun
dados manusa
magitik antuk lokita tanpa logika
inggih ratu bataran tityang sami
apurayang tityang
ampurayang ipun sami
mangda sami dados SANTHI mawiji SIKI
OM OM OM"

BAYANG ABU

tiada riang candamu lagi
yang berbinar diantara pagiku lagi
tuk bercerita tentang terang jiwa
ku hanya mengenang
dalam langkah hati yang linglung
dalam baringan sepi
dengan detak waktu mesin jantung
lelah ku menghela
segala nafas lega
terus menghantu
semua langkah indahmu
diantara teriaknya kata kata
kinipun senja
dalam segala ufuk,
aku termenung
mengukur jarak langit
diantara sekat sekat kamar sakit
untuk sebuah masa
penyambung nafas
.....susah ku mengusap
bayang abu masa laluku
meretas diantara detik tidurku
jadikan lelapku terbangun terus
tiada henti ...terus merlari
berisik hati bangunkan mimpi
mimpi akan sebuah kata
hanya satu kata
untuk sebuah makna
BAHAGIA

"RAKYAT, MERAKYAT, KERAKYATAN

by Yudha Waskita, min 24 mei 09 22:35

RAKYAT ADALAH 5 (LIMA) HURUF YANG PALING ENAK DIPAKAI UNTUK MENGELABUI MAKSUD KITA
KARENA DIA BUKANLAH SEORANG PRIBADI YANG MEMILIKI KEKUATAN HUKUM
TAPI RAKYAT ADALAH OPRANG BANYAK,
RAKYAT ADALAH KUMPULAN ORANG YANG MEMILIKI LEGITIMASI TERHADAP KEKUATAN POLITIK,
RAKYAT ADALAH KEKUATAN UTAMA DALAM NEGARA DEMOKRASI
TAPI RAKYAT HANYALAH SEBUAH OBYEK...
DARI SUMBYEK YANG SELALU MEMILIKI KECENDERUNGAN TIDAK BERPIHAK KEPADA RAKYAT.
KALAU BERADA DITENGAH2 RAKYAT BELUM TENTU MERAKYAT,
KALAU PROGRAMNYA ATAS NAMA RAKYAT BELUM TENTU PROGRAM KERAKYATAN.
SEBENARNYA RAKYAT ADALAH OBYEK YANG ASLINYA ADALAH KOMUNITAS NRIMO...
RAKYAT INDONESIA ADALAH MANUSIA2 ORGANIS YANG BISA SECARA MANDIRI MENYELESAIKAN MASALAHNYA TANPA HARUS DIATUR SECARA SISTEMIK,
HAL INI TERJADI KARENA SUDAH DIMANJAKAN OLEH ALAMNYA
MANUSIANYA ADALAH SUPER LOKAL GENIEUS...
BUDAYANYA ADALAH CAMPURAN DARI SEGALA LAPIS BUDAYA DUNIA
NAMUN YANG TERBESAR ADALAH BUDAYA SPIRITUAL NYA
SEHINGGA MEREKA DOMINAN MENGGUNAKAN RASA DARiPADA RASIO
TAPI JANGAN SALAH
MESKIPUN MASYARAKATNYA NERIMO
DIA TETAPLAH SEONGGOK MANUSIA CIPTAAN TUHAN
KALAU KEPOLOSAN DAN KELUGUAN MASYARAKATNYA DISALAH GUNAKAN
DAN DIMANFAATKAN
UNTUK KEPENTINGAN SESAAT DAN SUBYEKTIF
PASTI SANG 'PENCIPTANYA'
AKAN MARAH DAN MEMUTAR JANTERA K-A-R-M-A
ATAS SEGALA POLAH MEREKA
DALAM SIKLUS KESELARASAN...
ANTARA MANUSIA DENGAN MANUSIA
MANUSIA DENGAN ALAM
DAN ........
MANUSIA DENGAN TUHAN
ITULAH JANGKA MORAL DAT DAN KEMANUSIAAN
RAKYAT YANG BER-RAKYAT DAN SUDAH ME-RAKYAT
MAU JADI PAHLAWAN RAKYAT
BERBUATLAH MULAI DARI 'NOL DETIK INI'
SAMPAI SELESAI ANDA MENJABAT
BERBUAT UNTUK RAKYAT
JANGAN BANYAK BICARA APALAGI JANJI
SMEUANYA AKAN DIUKUR DALAM
UJI MKATERI ANDA DILAPANGAN
ATAS
SERAKAH ATAU KEMUNAFIKAN ANDA
DALAM BERUCAP TENTANG KEBENARAN DAN
KERAKYATAN"