Rabu 27 Mei 2009 jam 14:24 by Sayu Agustini
dua kekasih
bertaut rindu
untuk bersumpah satu
dalam segala aral jaman
tapi kini terhuyung
karena kicau burung perkutut
yang hanya tahu
paruh dan perut
kicaunya burung
meriuh dalam lekuk hidup
yang kini bertalu
dalam genderang waktu
jauh dia berpantun
sang dua kekasih
untuk menyatu rindu
dalam selimut mimpi
meski kutahu
kedua kau malu
untuk berkata jujur
bahwa kau
kasih bertalu
dalam dua kerudung
yang dibilang tabu
syair ku tabuh
untuk sebuah pantun
semoga kau
tetap bertaut
dalam sebuah larut
cinta yang kudus
karena semua tahu
TUHANpun tahu
kalau ...kau
cinta sudah bertaut
jangan galau
akan kicau
karena kicau
hanya sebatas paruh dan perut
sujudkan doa
pada pencipta
semoga kau
tetap bertaut
dalam sebuah gubuk
meski kau kini
jauh mendayung
untuk sebuah
KATA CINTA"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar