Senin 25 Mei 2009 jam 12:50 by Yudha Waskita
siang bolong aku mengucurkan keringat
panas...kulitku membalut tulang yang sudah mulai gerah
tapi aku masih menjukurkan langkah dalam tapak jalan aspal panas
Naik ojek Pak...?
teriak tukang ojek disebelahku...sambil nangkris diatas jok sepada motor kreditnya
sama...dalam hatiku teriak...
sesama pengojek harus solidaritas...penderitaan
...hari ini
aku diundang jumpa pers...
oleh calon kandidat Capres dan Cawapres....
yang membahas masalah kebudayaan
disebuah gedung besar
berbalut udara dingin dari sebuah AC ygn begitu besar
aku terus melangkah
dengan kakiku
motorku rusak karena masinnya ngadat
cipi cipa cipi cipa,,,
katapun bersaut
dalam cakap bertalu
semua kata BUDAYA menjadi sudut pen ghias ucap segenap hadir
akupun bertanya
budaya INDONESIA...?
yang Asli..campuran?..modern, tradisional?
semuanya mencari makna dan bersilang kata dalam menyimakl arti
tapi semua juga tergenang dalam makna BUDAYA untuk sebuah ikatan
ikatan untuk nanti menjadi RAJA INDONESIA alias presiden
kenapa harus berebut
karena dia akan menjadi RAJA INDONESIA
yang akan dihormati dan dilayani
bagaikan Malaikat yang sedang geram akan kekuasaan
aku pun tertawa pada hati yang sudah lapar
karena harus menunnggu pembagian makan
syukur kalau ada amplopnya
hap hap ...cihui
acara selesai
BUDAYAPUN sekarang ditinggalkan
dlam setiap benak peserta
karena mereka tahu bukan budaya yang kita bahas tetapi hanya harapan yang kita cari
dalam segenap lembar baca orasi sang kandidat
mereka juga segera pulang...
mengharapkan dengan bicara BUDAYA
kita bisa menang
duh BUDAYA
indah hanya dibahas
bukan pahitnya di bahas membaja
tapi harapnya saja yang dipanjang lebar
untuk mencitra BUDAYAWAN
padahal
HANYALAH
PENCATUT BUDAYA
yang ASAL KERJA
untuk sebuah
BANGSA
yang sudah
BERBUDAYA
yang ADI dan yang LUHUNG
dibelantara jagat NUSA ...SAMUDERA
M E R D E K A"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar