Jumat, 29 Mei 2009

PAS LEPAS TAK TERLEPAS


kukuh aku bertanggar
pada sebuah kiblat
sebagai sangga sebuah harapan
kini kabut mengusap deras
dari segala ujung kutub
meretas segala hampa
untuk sebuah wajah suram

kenapa hati harus terkubur
untuk sebuah rasa yang selaksa
kenapa hati barus dibunuh
hanya untuk sejengkal rasa

sedih bertalu syahdu
dalam luruh menuju syahdu
menatap arah tanpa kiblat
entah apa yang aku rasa

tiada doa dalam sehariku
yang memanjat dalam setiap hela
dengan nafas terhuyung
aku juga terus menabuh
dan terus ku menabuh

karena janjimu
kekasihku
TIADA HENTI KAU MENYAYANGIKU
meski semua kini ku lepas
bukan pertanda terlepas
tapi pertanda SAYANG
yang teruji dalam segala kutub rasa
untuk menuju
rasa SATU
rasanya KUDUS
TUS...........................
............................................JIMBARWANA'09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar