Senin, 25 Mei 2009

DUH HERCULESKU... DUH...

21 Mei 2009 jam 11:20
(cermin keprihatinan thd jatuhnya Hercules TNI AU by Yudha Waskita)

Terkapar satu satu
Sang Perwira Satriya Muda
hanya karena seutas harap
atas terbatasnya anggaran..'K A T A N Y A' ....
tapi demi NKRI (KATANYA) kau tetap melaju..dan Maju
Apa daya gapai langkah kaki dan tanganmu sebatas harap
ragamu tiada tahan menerpa hempasnya alam.
kaupun luruh terlantak dalam sekecap terjang angkasa....
Duh...garuda dan rajawali KU
PAs terhempas...terangkul dalam dekap Ibu Pertiwi
Tuk Selamanya....
meninggalkan segala teriak isak lelehnya mata
Mutiara anak Bangsa yang terhilang
hanya gara-gara ......
TERBATASNYA ANGGARAN
untuk mengawal Negara
yang KATANYA...KAYA RAYA
Dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu gempita
dalam setiap pidatonya kampanye kandidat apapun
baik capres cawapres...sampai Calon ketua RT di kampungKU
yah...hanya gara-gara TERBATASNYA ANGGARAN....
yang kalah jumlahnya dengan Tabungannya
RANI yang sebesar Tiga Ratus Miliar Rupiah...
Hampir menyamai kekayaan Capres kita...
Getirkah hatiKU
Perihkah RAsaKU...
...Tak Berkedip mataku...
....Dalam kejapan rona...
......menatap sang pendahulunya TNI
.......yang sampai kini tetap terpanggang mentari sepanjang jaman...
.............tegap diantara jalan utama....
berperan sebagai sebuah PATUNG peringatan...sanga p[ahlawan
Yang ...katanya berani...
yang Katanya ...rela berkorban..
Yang katanya...setia kepada NKRI...
YAng katanya ...Tanpa Pamerih....
yang ...mungkin...sampai sekarang
harus menerima dengan tanpa pamerih
.....hidup jadi prajurit nyambi jadi tukang Ojek...
....Hidup sebagai Kesatriya Udara siap-siap menunggu giliran kapan jatuh dalam kecelakaan
.....yang hdiup dengan biaya terbatas KOPERASI-NYA ...K A T A N Y A akan dihapuskan
atas nama Reformasi TNI tidak boleh berbisnis...
padahal disanalah tempatnya PRAJURIT (SATRIYA MADE IN INDONESIA) dipercaya untuk ...
lkasbon SUSU ANAKNYA yang isterinya sakit2an tidak keluar ASI karena stres mengingat
suaminya bertugas terus di daerah Operasi.
DUH Prajuritku...
DUH SAtriyaku...
betapa harus ku menulis kata PILU
dalam raut Puisiku
hanya sekedar untuk berkata Prihatin
kepada Satriya
PENJAGA DAULATNYA
BANGSA
MENJAGA AMANNYA BANGSA
Sehingga Sang Koruptor dengan nyaman menikmati
hasil Korupsinya di Negeri
yang berbantalkan penderitaan Rakyat dan (TERNYATA) sama dengan Prajuritnya
Duh Ibu Pertiwiku
Terimalah PUtra BAngsamu
Dalam peluk khusuk dekapmu
Sebagai Satriya
sebagai pejuang
yang pantas KAu
Berikan Lencana Setia
Atas Bangsanya
Yang sementara
Mengabdi
PAda
Negara
YAng
KATANYA
KETERBATASAN ANGGARAN
SEMOGA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar