Sabtu, 20 Juni 2009

Puisi dari sahabat

Puisi: Kemaren 20 juni 2009 by Kassandra Arios

"Harap tergetar panas,Membakar rindu candu meminta liukmu,Berjuta ragu meratap jagad sukma berkobar,Kau dimana wahai penggoda jiwa.."

Puisi sahabat

Sahabatku menulis di dindingku
Malam minggu, 20 juni 2009 by Kassandra Arios

"Merenda hasrat mencumbu kabut malam,Tangan usil meraba menyusuri pekat,Tak jua kau memberi tanda..."

Jumat, 19 Juni 2009

Puisi Sahabat di dindingku

Jumat 19 juni 2009

"Pesan rindu hilang digemuruh ombak sibuk mencumbui bibir pantai,Kandas dikarang hancur berkeping perih tak tertahan,Surya tenggelam bosan menunggu Kau datang....."

Kamis, 18 Juni 2009

Puisi bukan Cinta

Dan ketika semua kenyataan terkuak... sang kura-kura bersembunyi dalam cangkangnya.... Dia keluar untuk terapkan suatu strategi pertahanan diri, pembenaran diri... yang ternyata rekayasa dusta..... Oh, Tuhan... tuntunlah untuk suatu pertobatan..... dan tahan tangan hamba untuk tetap tercakup untukMU.

PUISI UNTUK SAHABAT

nyaris satu dasa warsa, sahabat
bergelut kita dalam suka dan duka
derai air mata, tawa dan canda
hampir penuh dalam memory abadiku

kenapa sahabat?
kau musnahkan semua memory yang terpatri
hanya dengan sebuah virus dusta
aku kecewa, sahabat
aku tak bisa tertawa

pagi ini, kucoba membuka file mu
kucari dalam setiap folder memory ku
tak kutemukan lagi
engkau telah men-delete-nya dengan sebuah virus
DUSTA

Puisi: Kecewa

hingga kemaren cahaya yang kau pancarkan masih hangat
terasa hingga pembuluh darahku
aku nikmati dengan sebuah harap
panaspun akan kutunggu
keyakinan panasmu tiada mampu membakar, bukan karena sombongku
karena sayangku....

sayang, aku masih sayang...

hingga aku tersentak oleh sebuah kenyataan
hangat yang engkau pancarkan bukan hangatmu
dan
lebih terhenyak aku ketika ringan kau mengelak
dengan dalih seperti bulan yang hanya pinjam hangat mentari

terlalu naif aku menerima, awalnya...
kini tak ada yang dapat mencegahku
ntuk sirnakan seluruh hangat yg telah kau tanamkan
dan aku sombong untuk berselimut saat kau pancarkan hangatmu
terlebih tak akan kubiarkan kau membakarku... meski seujung kuku...

terima kasih Tuhan
saat hati meradang kecewa
ENGKAU tetap tuntun diriku ntuk cakupkan kedua belah tangan untukMU
Hanya untukMU


RS Wing, sebelum tindakan 17 Juni 2009

Surga dan Neraka

Catatan Masa Lalu Salahuddien Gz

Kamis 18 Juni 2009 jam 16:26
: Lamongan, 9 Juli 1999

Neraka itu lautan api, dengan batu-batu dan manusia sebagai bahan bakarnya, penuh ular, duri, dan cairan timah membara. Orang-orang Islam meyakininya seperti itu, maka jadilah neraka seperti itu. Lalu mereka jadi takut memasukinya. Surga itu taman indah seluas langit dan bumi, penuh bidadari cantik di dalamnya, makan minum tanpa kenyang, bercinta tanpa pernah loyo. Orang-orang Islam meyakini surga seperti itu, maka jadilah surga seperti itu. Mereka jadi ingin memasukinya.

Jika surga seluas langit dan bumi, di manakah letak neraka?

Kalau begitu, apa beda surga dan neraka dengan kehidupan dunia jika yang berbeda hanya kesangatan rasa (dalam suka dan duka)? Bukankah kenikmatan dan kesengsaraan itu sudah ada di dunia? Jika penderitaan neraka tak bisa terkatakan pedihnya, apa makna api, cairan timah, ular berbisa, dan duri bagi para pendosa? Jika kenikmatan surga tak terkatakan indahnya, apa makna susu, madu, bidadari cantik, dan sebagainya? Apa pula makna takut dan ingin jika keduanya adalah hasrat, dan Adam menjadi berdosa karena hasrat ingin berada dan mengaku berada?

Pengetahuan Tuhan melampaui keinginan dan ketakutan manusia. Ketakutan dan keinginan manusia menjadi ambigu bahkan bertentangan di dalam-Nya. Jika aku tidak mau masuk neraka dan ingin masuk surga, sedang pengetahuan Tuhan tentang diriku berbanding terbalik dengan keinginanku, bukankah takut dan ingin menjadi tidak bermakna? Usaha mengabdi hanyalah sejati bila kita ingin mendekati pengetahuan-Nya. Hamba yang baik adalah hamba yang siap menerima keputusan-Nya. Keputusan adalah pengetahuan-Nya. Manusia menjadi ada karena hasrat-Nya.

Jika tubuhku ini diseret ke neraka karena keinginan-Nya, bukankah tak tahu sopan santun membantah keputusan-Nya? Orang-orang kafir itu jika disiksa di neraka akan menolak kehendak-Nya. Mereka hanya peduli pada api, bukan pada yang memberi api. Bukankah orang kafir itu menolak kebenaran? Bukankah penolakan kehendak Tuhan, tapi tak kuasa itu, persis seperti ketika mereka menganggap liang neraka membara pada vagina wanita yang diperkosanya sebagai surga? Inginnya tak sejalan dengan ingin-Nya.

O, Tuhanku, kasihku satu. Sudah kau suruh daku berpuasa menahan syahwat, berperang dalam derita dan mematikan nafsu. Pantaskah diri memimpikan surga yang begitu telanjang menegangkan zakar itu?

Sayangku di tanah jauh, kau tebarkan api sepanjang jejakmu. Karena cinta saja, kutapaki langkahmu, terbakar daku sepanjang langkahku. Mampukah api membakar diriku yang juga api, tersulut cinta yang dinyalakan-Nya?

Surga dan neraka tak ada artinya kalau belum sampai padammu.

Mimpi

Kamis, 18 Juni 2009 jam 0:15
by Salahuddien Gz

ada saatnya
pertemuan dalam mimpi
seindah pelangi

kawanan domba, capung, kupu
burung dan layang-layang
marakkan padang

hamparan sepi
gembala kalbu

cinta memang amat pribadi
seperti nabi
menapak sunyi

Rabu, 17 Juni 2009

PUISI UNTUK SAHABAT

Mari mengurai silsilah di ranah membasah
Pejamkan matamu sejenak agar dapat kukecup resah
Tak kuharap ada nanah di sebalik bilah-bilah yang berdarah
Jazirah itu akan kita tanami tetumbuhan penawar lelah

Mari mengeja kalimat-kalimat yang tak sudah
Kita rangkai jadi kelambu dalam galau malam mendesah
Lentera-lentera telah terpasang menyambut titah
Istana bebintang mengundang kita dalam jamuan kisah

Mari berbaring dalam dongeng pengantar tidur
Kenangan mengukir dalam doa yang tak akan terkubur
Tapak-tapak tamadun memutar aksara untuk bertutur
Setiap untai kataku adalah harap yang tak pernah luntur

Mari....................memutar kalam mendayung lebur !

Sahabatku di dindingku....

Rabu 17 Juni 2009 by Kassandra Arios

"Menunggu Engkau datang,Sampe kapan tebaran mega juga bisu,Bertemu matahari dingin merajam,tanah bebatuan karang menghempaskan,ketika kutanya kapan,rindu bosan mati terpaku lama menatap langit,semua tak mengerti...Hanya Kau yg mengerti."

Selasa, 16 Juni 2009

Puisi sahabatku, tumpahan hati pd selasa 16 Juni 2009 by K.A

Senandung kasih sayang diantara mimpi,perih,pedih,sedih,rindu kesumat,Kubalut dengan cinta,Nikmat melingkar tak henti berputar,Jiwa serakah merindu manis racunmu,Makimu kunanti merembes tumpah kedalam ....
Puisi sahabatku, tumpahan hati pd selasa 16 Juni 2009 by K.A

Senandung kasih sayang diantara mimpi,perih,pedih,sedih,rindu kesumat,Kubalut dengan cinta,Nikmat melingkar tak henti berputar,Jiwa serakah merindu manis racunmu,Makimu kunanti merembes tumpah kedalam...

Senin, 15 Juni 2009

Pada Suatu Malam

Senin, 8 Juni 2009 jam 20:05 by Salahuddien

jangan pergi, kekasih, seperti dulu saat Kau lepas aku
dari rengkuhMu
menetaplah di sini biar bisa kurangkup tubuhMu
bila angin malam gigilkan tulang-tulangku

tinggallah di sini agar tak berpaling mataku
dari wajahMu sayu
dan kaki kecil ini tak lagi berlarian
seperti kanak-kanak di tanah becek hari hujan

tanpaMu bajang semua pekerjaanku
Kau rumah tempat kembali bila langit merah

sepanjang jalan kujaga bunga yang dulu Kau tanam
tersembunyi ia dari semua indria
lihat, kuncupnya menjulur menembus dinding daging
melentik lewati tujuh lengkung langit
parasnya tak biasa, bidadari kacau hatinya
tapi Kau belaka yang boleh memetiknya

bimbinglah tangan dan kaki yang tersusun mimpi
dengan seratus pesona dari satu nama
sampai telapak tak menapak dunia

melayang aku oleh hirup nafasMu
seperti layang-layang, Kau tarik ke genggamMu
lalu Kau dekap aku di buaiMu hangat
Kau ayun tubuhku lirih hingga tertidur di dadaMu
lelap di ranjang mawar abadiMu

Sahabatku

Kamis, 10-Januari-2008 by Rhevhi

Mengenalmu adalah satu berkah bagiku
Menatapmu adalah satu rahmat bagiku
Memelukmu adalah satu hal yang indah bagiku.... Sahabat....
Kehadiran dirimu dalam hidupku Membawa perubahan yang berarti dalam hidupku
Denganmu aku bisa mengenal cinta Denganmu aku bisa mengenal sayang Denganmu aku bisa mengenal dunia Dan denganmu juga aku bisa merasakan bahagia Sahabat.....
Takkan ada satu katapun yang dapat melukiskan Isi hatiku terhadapmu sahabatku Karena begitu berharganya dirimu bagiku Karena begitu sempurnanya hatimu di mataku Sahabat,,,, Mungkin hanya satu kata yang mampu ku ucapkan 'TERIMA KASIH ATAS CINTA DAN SAYANGMU PADAKU"

Minggu, 14 Juni 2009

Doa Ibu

Doa Seorang Ibu untuk Buah Hatinya
by Diana Harding

Tuhanku..bentuklah anakku menjadi manusia kuat dan mengerti, manakala ia dalam kekalahan, rendah hati serta jujur dalam kemenangan. Bentuklah anakku menjadi manusia yang mengerti, bahwa mengetahui dan KENAL AKAN DIRINYA SENDIRI adalah..dasar dari segala ilmu yang benar ! Selamat ulang tahun Teteh...doa mamam mengalir pada seluruh darahmu, bersemayam di gunung rindumu.

15 Juni 2009

Nuzurul Quran

03 Juni 2009 jam 12:53
by Salahuddien Gz

bersama seekor anjing yang ia banggakan,
seorang pengarang memburu keabadian.
namun keabadian slalu lincah menghindar
dari terjang taring cakarnya di rimba tulisan.

berkali-kali si anjing menyalak matahari dan bintang,
“tlah kuterkam ia dengan kuku-kukuku tajam!”
tetapi waktu senantiasa menyingkap pelan-pelan,
yang ia tangkap hanya sebangkai ular.

ketika si anjing mati keletihan pada suatu malam,
sang pengarang mundur dari perburuan,
langkahnya gontai menapak guanya yang remang.
seketika keabadian muncul dalam wujud tak terkatakan.

melalui mulut yang ia pinjam dari sang pengarang,
keabadian berkata padanya dalam bahasa gema,

“hei anakku, tiada kuasa kau memburu sang naga.
kemarilah, relakan dirimu masuki mulutku.
biar aku sendiri yang berkata lewat serpih-serpih
tubuhmu yang remuk di lambungku.
lalu kabarkan pada dunia sedikit saja.
sedikit saja."

Nirvana

10 Juni 2009 jam 11:54
by Salahuddien Gz

seekor ngengat mencari cahaya dalam gelap
selentik nyala menanti dalam damba

saat keduanya berjumpa, nyala berkata
: lama aku menantimu dalam sumbu yang mengikatku
aku tak bisa ke mana-mana

ngengat menyahut
: cahayamu membuatku mampu mengenali sayap-sayapku

mereka hanya saling pandang dari kejauhan
hingga nyala menyadari bentuk dan lurik sayap ngengat
tercipta oleh sinarannya sendiri
dan ngengat mulai mengerti penantian nyala padanya
disebabkan oleh sayapnya sendiri

lalu nyala padam dalam diam
dan ngengat kembali berjalan di kegelapan

Santapan Allah

Jum 12 Juni 2009 pukul 13:53
by Salahuddien Gz

cinta bagai nyala
menuntun langkah jiwa
masuki surga dan neraka
hingga mati rasa

lalu allah merenggutnya
merendamnya di suatu telaga
antara surga dan neraka

di ujung sandiwara
allah membuka mulutnya
menelan sang jiwa
ke dalam perutnya"

Nyawa Prajurit Jangan di Entit

Sab 13 Juni 2009 pukul 8:33 by Yudha Waskita

Balonku ada lima
rupa rupa warnanya
tapi
kekayaan Negeriku ada banyak
satriyanya miskin terlantar
dari PRADA sampai sang JENDERAL
lelah berjuang untuk menjaganya
tapi lelah juga untuk berADA
karena
GAJInya SAK UPIL
umurnya terhitung hari
sehingga
si PRADA harus NGOJEK
kalau selesai apel malam
Bapak JENDERAL
cari tambahan
entah dgn bagimana
HANYA TUHAN YANG TAHU

kita...?
bisanya kasihan......mungkin ada yang mencerca....

yah nasib mu SATRIA ku
BERHASIL TIDAK DIPUJI
BERANGKAT TUGAS DIANGGAP MATI
HILANG TIDAK DICARI
GAGAL TUGAS DICACI MAKI bahkan DIINTEROGASI

duh GUSTI.....
SATRIAku gajinya seumur hari
bhaktimu sampai MATI
fasilitasmu di irit irit
sampai pesawat tergelincir
kami kira terbirit mau terkencing
ternyata jungkir
diatas bukit
akhirnya
M A T I
karena
I R I T
mudah mudahan juga tidak karena di ENTIT

meski kau dikontrak mati
tapi BUKAN MATI KARENA TERGELINCIR
tapi mati untuk secangkir AIR PERTIWI
mati untuk SEBUNGKAH TANAH PERTIWI
mati untuk ANAK PERTIWI
di BUMI INI
di BUMI PERTIWI NUSANTARA INI
pertaruhkan NYAWA
demi seebidang MERAH dan PUTIH
tuk terbentang dalam kibar tinggi
yang bikin IRI sejagat BUMI

dengan ayat pasrah
kau berserah
pada NYA
SANG PENCIPTA
demi sebuah HAYAT
ANAK PERTIWI
NUSANTARA
I...N...I

sesak kataku
tuk berkata dan
tuk menahan sebuah NYATA
yang susah kutangis
karena bertubi
yang harus ku sedihi
dari MATI dan KEMATIAN
karena alasan DI-IRIT
dan sekali lagi mudah-mudahan tidak di ENTIT
karena disana gantungan nyawa PRAJURIT

DUH GUSTI berapa NYAWA haru HILANG
supaya bisa menyadarkan sang PEMEGANG KUASA?
untuk sadar akan tugas sang PRAJURIT
yang hidup sudah MENJERIT
berjuang sampai PERIH
tapi nasib harus SAKIT
belum lagi hutang yang MELILIT
karena si UPIK SAKIT
harus pinjam KREDIT
di KOPERASI
yang itupun mau di KIKIS HABIS

duh PRAJURIT (PRAsejahtera JUjur tapi hidup iRIT)
jangan khawatir
itu sudah warnamu
itu sudah darahmu
itu sudah takdirmu
itu sudah tugasmu
biarkan dan biarkan
orang mencibir dan mengENTIT
siapapun dia
dari PRADA sampai JENDERAL
TUHAN AKAN MENCATAT SEMUA
sebagai DHARMA
bagai MANISNYA GULA
bagai ASINNYA GARAM
siapa yang MENGUTIL dan MENGENTIT
akan terkena TAKDIR
atas KARMA
untuk menuai PAHALA
atas perbuatan
yang dilampah
di alam ini
di PERSADA INI
karena KUTAHU KINI
KESATRIA-KU
TELAH BERSUMPAH
PADA NUSA BUMI INI
TETAP MENJAGA
DARI SEMUA
DURJANA
YANG MENINDAS
HARAPNYA BANGSA
ATAS
SEJAHTERANYA BANGSA
DAN DAULATNYA RAKYAT
UNTUK
M E R D E K A
DALAM SEGALA RUPA
untuk
N.U.S.A.N.T.A.R.A - J.A.Y.A


..................................KALTA, JAKARTA, 07:08 13 Juni 2009

Kamis, 11 Juni 2009

Yoga Sang Agung

Kamis 11 Juni 2009 jam 14:18 by Yudha Waskita

Candra Surya Lintang beradu
menyulut hidup satu satu
buruf bertalu berpadu suluh
Dalam lingkar sang pencipta
bertahta diantara arah alam
menitik balik bersatu satu
dalam ciptanya kuncup

kejak kelip menaut buluh
dalam jalur tanpa lekuk
menyayat hidup
dalam terlingsut raut
untuk yang hidup

Padma pun tercipta
dari tumpuk aksara kembang
dalam kubang hela nafas
melingkar
mencipta aura
mewujud TIRTA
memutar Cakra
dlam kejap MANTRA
yang akhirnya SIRNA
dalam desah aksara
yang tanpa
SASTRA

Hidup-pun menggulum
dalam gelung tudung lengkung
memayung sang AGUNG
untuk sebuah hidup
yang harus
di usung
dalam
kudus
agung
G U N G

......Malam Jumat Kliwon, Bukit Terang 23:45, 11 Juni 2009

Wanita Pertiwi Sakti

Jumat 05 Juni 2009 jam 9:52 by Yudha Waskita

WANITA WANITA ...WANITA INDONESIA
DULU KAU DISEBUT DEWI...
karena kecantikanmu hanya ada di surga
DULU KAU DI SEBUT JUGA 'S A K T I'
karena kau sebagai pendamping para dewa di surga
KARTINIPUN PERJUANGKAN EMANSIPASIMU
CUT NYA' DIEN, MUTIAH, SARTIKA ADALAH CONTOHMU
TETAAAPI... ITU HANYALAH DULU...DAN SUDAH LUSUH

KINI
WANITA WANITA DAN WANITA INDONESIA
TERPANCANG DALAM KONDE EMANSIPASI
ATAU TERGERUS DALAM EMANSIPASI?
SEMUA GAMANG MENYAPA
ANTARA EMANSIPASI DAN SEORANG WANITA YANG IBU
DAN ANTARA IBU DAN BABU.
KENAPA...????
KARENA DIANTARA TERANGNYA WANITA
DARI PRESIDEN DAN TKW
ENGKAULAH WANITA EMANSIPASI INDONESIA
PUSAKA JUANG KARTINI
YANG KINI
JUGA TERLENTANG DIANTARA RIAK TERIK JERITNYA TKW
DIANTARA REMANG LORONG GUBUK PELACURAN
DIANTARA TERIAK ANGGOTA DEWAN
DIANTARA TERIAK KOMANDO SATRIA PRAJURIT
DIANTARA JEBAK PERDAGANGAN WANITA
DIANTARA KURSI SANG BUPATI DAN GUBERNUR

NAMUN TETAPLAH KAU
SEORANG IBU DAN SAKTI
YANG TAK LEKANG DARI EMANSIPASI
YANG TELAH LULUS TERUJI
ATAS KASIH
ATAS RINDU
ATAS TULUS
KASIH ANAK PINAK
DARI APAPUN DIA
AKAN TETAP MENYEBUTMU IBU
DAN SAKTI UNTUK BAPAKKU
KARENA KAU TERCIPTA BUKAN UNTUK SIAPA-SIAPA
TAPI TERCIPTA UNTUK MENCIPTA

KINI....
SEMUA TERHEMPAS
DALAM KILAT CEPATNYA JARUM LANCANG
MENGUTAS KELUH SEMUA TERIAKNYA
TAPI DIAM SEGALA BAHASA KATA
ATAS DERITA IBU YANG MENJADI WANITA
ATAS DERITA IBU YANG HARUS MENDEKAM
ATAS DERITA IBU YANG HARUS BERONTAK
UNTUK SEBUAH SAYANG PADA HARAP SEBUAH ANAK
YANG KIAN TERLUPA DARI RINDU
AKAN DEKAP SEORANG IBU

IBU DAN IBU
BELAJARLAH DARI WANITA
SAMPAI KEPADA MBAH EYANG
UNTUK SEBUAH MAKNA
AKAN SEORANG WANITA IBU
YANG SELALU TERJUNJUNG
DALAM TELAPAK SORGA
SEMUA CIPTA
SANG MANUSIA

BUKAN HANYA MENJADI BUDAKNYA 'KAMA' SEKEJAP
BUKAN HANYA PAJANGAN CERITA BERITA
BUKAN HANYA KISAH MANOHARA
BUKAN HANYA KISAH PRITA
YANG TERISAK SETELAH SEKARAT
YANG KETAHUAN SETELAH MELEMBAB
YANG RESAH SETELAH DERITA
SEMUANYA AKAN BUYAR
KALAU TANPA WANITA JUGA
UNTUK SEORANG IBU
KARENA PRIA BUKANLAH WANITA
YANG AKAN BISA MENJADI IBU
JANGANLAH HARAPKAN DIA
UNTUK MENJADI WANITA
DAN SEMOGA PULA JANGAN
KARENA HANYA KAU
YANG BISA
MENJADIKAN
'W-A-N-I-T-A' UNTUK SEORANG 'I-B-U'
UNTUK BERTEDUH NYA
ANAK ANAK BANGSA NUSANTARA
DALAM PELUK ASUH
DEKAP SANG IBU
DALAM PERTIWI SYAHDU
DARI WANITA
UNTUK
SEORANG
I B U
IBUUUUUU.................!!!!!!!!!!!!!!

(PANGKUAN IBUKU DI UBUD, PADA-5, DI-JUNI KE 2009)

KELASKU KULIAHKU SEKOLAHKU SISWAKU

Rab 10 Juni 2009 pukul 7:08 by SA

Pagi begini
sekian tahun lalu
berpeluh lagi aku berlari
dari sisi ke sisi kampus
terhantuk hantuk hampir ku jatuh
meski lutut sudah medengkur
tetap ku lari hanya untuk seungguk tenmpat duduk
yang katanya bagus untuk yang BAGUS
dan memang BAGUS
yang duduk disitu
selalu bikin aku
terkulum

saut bertalu lembaran buku
dari satu ke satu huruf
terlintas jari melata diantara pena
bukan menulis bukan menggaris
tapi meramah diantara kertas kuliah
yang kian merapat diatas tangan bertumpuk
malu aku tapi rindu aku
akan ITU
di saat ITU

aku terhantuk, mata berpaut pada duduk
bagai patung mencurut
menatap bicara sang pembicara
dalam ruang kelas di tempat kuliah
biarkan dia mengambang
dalam genggam tangan meremas
mata mebelalak
tapi hatiku tetap beradu
dalam sapaan bahasa
tanpa kata diantara tatap mata MESRA

terus ku meliuk, dalam bangku dudukku yang agak rapuh
tapi kukuh aku beradu
merapat antara tanganku
dalam rajut entah kenapa
semua terasa lapang
dalam dekap telapak tangan mendekap
perlambang rasa
yang dibilang SAYANG
antar yang MENCINTA
di saat REMAJA

itu cuma kenang yang terkenang
dan kini ku tersentak
lelap pun telah tiada
diantara remangnya ruang
untuk menata angka angka
untuk semua anak sekolah
sebagai tanda dia adalah siswa
yang setiap tahun
harus berubah kelas
kearena dia dibilang
NAIK KELAS

selamat tinggal MIMPIKU
akan indah dimasanya untuk ku kenang
sekedar melepas penat
atas angka angka
dalam sebidang kertas
sebagai tanda
dia adalah PINTAR
dalam berganti KELAS
semua ku langkah
dari hati iklas
untuk sebuah hikmah
dari sebuah lapang
di dada
YANG GERSANG
............................Bangun indah sang pagi, 10062009

Kasih Mimpi

11 Juni 2009 by Arifuddin Nz
(sebuah comment untuk SA di hari yg sama)

GERSANG KISAH MENGUMBAR SESAK
ASIH BERGERICIK DI PANTAI
UKIR PASIR BERGARIS NAMAKU... Baca Selengkapnya
LINGKAR BERSUDUT MELAMBANG MAKSUD
UNTUK CINTAMU
KU TAHU TANGANMU SERIBU
BAHASA TERKULUM MAKNA TERTEGUN
HAMPIR TERKANTUK
TERNYATA MELAMUN KUSUK
SISWA SIBUK MENGURUS KELULUSAN
HMMM AKUPUN LANTANG
PERTANDA HAYAL
DATANG MENGGELITIK ATAS MIMPI
YANG TIDAK PUNYA ARTI

MIMPI YANG GENIT

Kamis, 11 Juni 2009 jam 15:28
by SA

GERICIK KASIH
BERDAWAI MIMPI
ANTARA DESIR HATI YANG GERSANG
KU TATAH KISAH
DALAM KEJAP MATA
YANG JALANG MENGUMBAR HARAP
DIANTARA SEGALA RASA SESAK

SEMUA BERTAHTA
MERAJUT ASIH
DALAM SEBERSIK
PASIR YANG BERGERICIK
DI PANTAI INI

KAU UKIR
KAU SISIR
PASIR YANG YANG TERUSIK
KINI SEMUA BERGARIS
MENYEMBUL HURUF
BERTULIS NAMAKU
DALAM SEBUAH LINGKAR
YANG SEDIKIT BERSUDUT
MELAMBANG HATI
BERKATA MAKSUD
MUNGKIN UNTUK SUATU TUJU
ATAS CINTAMU...PADA'KU'
KARENA KU TAHU
DARI DEKAP KEKAR TANGANMU
MENGUCAP SERIBU MAKNA
MESKI TER-META DALAM BAHASA
TAPI TERKULUM DALAM MAKNA

AKUPUN TERTEGUN
MEMANGGUT HAMPIR MENGANTUK
MEMANG BENAR AKU TERKANTUK
TERNYATA AKU MELAMUN
DALAM KELAS
YANG KUSUK
MENUNGGU SISWA
SEDANG SIBUK
MENGURUS DIRI SUPAYA LULUS
ALIAS UJIAN KELULUSAN
WAHHHH...EMMM
AKUPUN MENGUAP LANTANG
PERTANDA
LELAP TELAH HILANG
SEMOGA HAYAL MIMPIKU
TIDAK DATANG LAGI
YANG SELALU MENGGELITIK DAN USIL
ATAS TIDUR DAN NYENYAK-KU
DARI BILIK CILIK MIMPI
YANG AKU TIDAK TAHU
MASIHKAH ITU PUNYA ARTI
DALAM
K I N I----KU
..........Kelas ujian SMAN Mandoyo, Jembrana, BALI, MEDIO JUNI 2009

Selasa, 09 Juni 2009

Aksara Bhuwana Jati

Hari Selasa 9 Juni 2009 jam 16:00 by Yudha Waskita

Ketika aku sebut huruf
berjajar atas alam
akupun bagi
dalam SABATANG AING
dalam sekilas kejap
dan
NAMA SIWAYANG
dalam sekikis harap
aku tebar dalam segala penjuru angin
mengibas segala nafas
dan ku lekuk semua dalam hitung ku
nafas kupejam

kini telah menitis dalam alir desah nafas tersengal
hiduppun muncul dalam kibas lima aksara
mengucap UNG ANG ONG MANG UNG
kini terus kulipat dalam kepak desah
dan munculkan
ANG UNG MANG
meliuk halus dalam rwa buwana
yang AGUNG lan ALIT
MENYATU DALAM KHUSUK
JADILAH
OM KARA
dalam sela sekujur alis melengking
menyatukan ujud
dalam sikap mengadeg (*)
beradu dalam satu
dengan ujud NYUNGSANG (**)
dan menyatukan dalam mantra tanpa aksara
dalam ujung PUNCAK PENULISAN
mengisah mukti
dalam sejatinya NING
b e n i n g.....h e n i n g
sunyi melimpah arti
tiada tepi tanpa sisi
tanpa sendiri

AKU melilit dalam relung IDA PINGGALA
mengetuk SUMSUMA
mengeduk AMRTA
untuk KEHIDUPAN diantara HIDUP dan YANG DIHIDUPI
menyatukan HURUF dalan ARTI
untuk sebuah SATU
antara sang AGUNG dan ALIT
di SATU BHUWANA
BHUWANA TUNGGAL
TUNGGALING BUMI
BUMI SEJATI
NING ARTI
untuk
HAKIKI
menuju sujati arti yang berbuih maknawi
dalam hirup desir
halusnya desah nafas
pertanda sebuah hidup
dalam titik titik ANGKA dan AKSARA
AKSARA BHUWANA
ARTI
yang harus dicari
dari
H A T I
YANG SU-JATI

Senin, 08 Juni 2009

Purnama-Ning Sang Pencipta

Minggu 7 Juni 2009 5:30 by Yudha Waskita

biar alam
menyapa segala ada
atas ciptaan NYA
karena sabdaNYA
DARI-'KU' SEMUA TERCIPTA
jadikan aku pasrah dalam setiap harap
bukan ku melawan
tapi hanya bercanda
atas kuasanya
SANG PENCIPTA

duniapun bergaris lantang
antara bulan dan surya
menancap tegar
ciptakan PURNAMA dan TILEM (bulan mati)
untuk menyancang takarnya bentara
dalam menyiasat kelamnya rintang
dalam melangkah diantara CIPTA yang mencakar

bisik meraba dalam ingat
sidik menancap dalam cipta
ukir mengalir dalam rasa
merangkai harmoni asih
menjalin arti sang batin

semua tersirat terang
dalam tebar sinarnya jagat
tanpa pilih asih
mengusap segala rupa
yang tiada lirih
tiada bersit
yang diterang tanpa gelap
meski ku tahu hitam tetap menancap
dibalik semua terang yang ada
karena KAU ingin membuktikan padaku
bahwa KAULAH penciptanya
atas GELAP dan TERANG
menjadi sebuah harap
dari seikat harap
untuk selama nafas
merambah segala gerak

Biarkan dia TERANG berbalik GELAP
karena darinya tercipta ALAM
darinya tercipta GERAK
darinya tercipta DENYUT
darinya tercipta RASA
darinya-pun tercipta PRALINA
untuk mencipta
atas KUASA
SANG PENCIPTA
ATAS ALAM
K I T A

Purnama Pagi, di Mrajan Ubud, 03:15, 070609

Hempas Mawar Tepian Ombak

Min 7 Juni 2009 pk. 6:02 by SA

Ku biarkan setangkai mawar
bergolak lelah kutancap ditepian ombak
untuk ku kenang dalam setiap lekuk jaman
untuk sebuah makna dari sebuah kisah
dalam alunan tulusnya CIPTA
dalam mengulas kisah lama
dalam benang kasih yang tulus

tetap ku kisahkan dalam benak
hanya sebatas harap
tapi semua hanyalah bayang
dalam getar getar yang setia menyapa
meski kadar bergolak
dalam derasnya harap
akan dekap semua rasa
yang tertelungkup hirup
nafas segala desah
yang ku harap
dalam kisah

biarkan dia terhempas riak ombak kecil
deras anginpun ikut meniup
sang mawar kecil yang kutancap
sengaja memang, untuk harapku
pada kenanganku yang berlalu lalu
kini ku ingat
karena bisiknya dia datang
dalam telisik bilik hati
entah kenapa
hari ini dia datang
apakah untuk dendam kasmaran?
rasaku tidak
karena dia
hanyalah kuncup
yang sudah ku lepas
dalam selaksa warsa

kini ku harap
hanya menancap
sebatang mawar
ditepian ombak
tanpa mengharap
karena semua
sudah ku lepas
dalam segala ikat harap Cipta
untuk meretas
jalanmu yang panjang
mengikat harap
dalam dekap nya
sang penyayangmu
diufuk kasihnya
yang selalu
mengharapmu
dari kerdip mata
yang SAYU
......................PAGI DIPELUK PANTAI YEH EMBANG 7 JUNI 2009

Jumat, 05 Juni 2009

Bunga

by SA on Juni 2009

mabunga-bunga manah tityang, sekadi taman indrakila, ngalub harum wangin ipun, majalaran manah suci ring hati suci, masuksman kahayunan siki

Kepergianmu

by Ida at dekalb

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

Selasa, 02 Juni 2009

Seretan Suara

by Esha Tegar Putra
Koran Kompas Minggu, 12 April 2009

Seretan Suara

suara siapakah yang menyeretmu hingga tergelepar di tepian pesisir

dengungnya tak seperti bunyi lebah, gaungnya tak seperti desiran angin

yang beradu kian-kemari di punggung lembah. suara siapakah

yang telah menelantarkan tubuhmu hingga tak sanggup lagi merapal

isyarat kerang pecah, tak sanggup membau amisnya lendir ikan

dan seperti menemu lubang dalam, kau tak sanggup menyuarakan

sakit pada badan yang diregang oleh jarak. di tepian pesisir tanganmu

digelipatkan, dan di lain jarak (mungkin di tengah laut) kakimu

diapungkan. seakan dijadikan umpan bagi ikan-ikan bergigi tajam

suara siapakah itu, yang menghelamu jadi makhluk pendiam yang

tak sanggup mengusap jejak pasir yang melekat di kening beningmu


Kandangpadati, 2009

Purwaning Alas Pancasila

Selasa 2 Juni jam 15:05 by Yudha Waskita

DIPAGI INI
BERSAKSI CERAH BINTANG PAGI
BERTAUT RINTIK GERIMIS MENGEMIS
BERTALU SATU MENYAMBUT AKU
DALAM PELUK KUDUS LELUHUR

DI PAGI INI
KU TAHU PADA 'SATU' DI 'JUNI' INI
TELAH TERLAHIR
SANG PENUNTUN
BUKAN BURUNG PENYATU
TAPI 'SULUH PENYATU'
SEMUA INI TERLAHIR DARI PUPUH NYA KIDUNG
DALAM SEUTAS LONTAR
SANG TANTULAR
DALAM UTAS SUTASOMA

HARI INI AKU TAFAKUR
BERSUJUD
PADA SEMUANYA
YANG MENCIPTA
ATAS HARI KINIKU
DALAM SEUTAS BANGSA 'INDONESIA'

DISINI...DI HUTAN ALAS INI
SIMPUH SUJUD KUUCAP
DALAM DERAP SEGALA DETAK WAKTU
KARENA
SANG NAGA ABANGPUN BERTEKAD
SERAHKAN SEGALA BANGGA
PADA SEUTAS MUSTIKA RAJA
DENGAN KORBANKAN NYAWANYA
UNTUK SEBUAH NUSANTARA JAYA
RESTUPUN TIBA
DARI KAMAJAYA DAN KAMARATIH
UNTUK SEBUAH HIKMAH
DAN MUSTIKA PUSAKA RAJA
BERTAUT MEMAGAR SATRIA
PENERUS BANGSA DI BUMI NUSANTARA INI

KU TERUS BERSIMPUH
UNTUK BERAMPUN ATAS DOSA KU
ATAS SEMUA SALAH CIPTAMU
YANG KINI TERLELAP
DALAM SEGALA RENYAHNYA RASA
DIALAM MERDEKA
DARI SEGALA MIMPI
MESKI TERKEKANG DARI SEGALA PERIH

DIHARI INI
TERUS KU BERSUJUD
DARI SEBUAH CIPTA YANG BERADU
DARI TAUTAN
DARAH MERAH 'BARADAH'-MU
DAN DARAH PUTIH 'CALON ARANG'-MU
YANG BERADU DALAM KISAH KASIHNYA
'BAHULA PUTRA' DAN 'MANGALI PUTRI'
YANG MELAHIRKAN
'TANTULAR' SANG PENCIPTA
BHINA IKA TUNGGAL IKA
TAN HANA DHARMA MANGRUWA
DALAM SUTASOMA-NYA
YANG MELAHIRKAN SANG 'KEPAKISAN' UNTUK SEORANG 'GAJAH MADA'
YANG MELAHIRKAN 'NIRARTHA'
UNTUK SEBUAH BUMI DWIPA JAYA

DAN DIPAGI INI
AKU TERINGAT AKAN SEUTAS JEJAK MU
YANG KUTILAS DALAM TAPAK TAPAK LALU
DIHARI YANG 'SATU' DALAM 'JUNI' INI
PANCASILA
TERLAHIR DALAM SETIAP BENAK BANGSAKU
TERINSPIRASI ATAS SERAT PINAK PUTRAMU

KUSUJUDKAN KELAHIRANNYA
YANG KINI HANYA KUBISA
MENSYUKURI HIKMAHMU
ATAS SANG PANCASILA
DARI SEBUAH HUTAN ALAS INI
DISINI
DI ALAS PURWO INI
KU BERSUJUD SYUKUR ATAS BESARNYA KAMU
DALAM KISAH BANGSA INI
TERUSKAN SEMUA
DALAM BAITNYA CERITA
ATAS SEJARAH BANGSA
YANG TERCACAR DALAM BERAPA KISAH
UNTUK MERENTAS
SEMUA KARYA BANGSA
dalam kisah
SANG P A N C A S I L A
YANG HARI INI
TELAH TERLAHIR
DI BUMI INI
DI NUSANTARA INI

(Subuh 03:04. Alas Purwo, Banyuwangi, 1 Juni 2009)

Senin, 01 Juni 2009

Seberapa Besar Kau Mencintaiku?

Sajak cinta Maria Magdalena Maringka

Jangan lagi kau jawab dengan puisi karya Elizabeth Browning
Jawablah aku semampumu, karena letih aku menunggu.
Layakkah cinta ini dipertahankan ?
Jangan lagi kau jawab biarkan seperti air yg mengalir.
Berikan aku kepastian karena sudah kulayari sungai cinta kita dengan riak jeram tak hentinya
Aku iklas menjalani namun jawablah,
yakinkan aku, seberapa besar kau mencintaiku ?


(Lebih lengkap di Kumpulan Puisi Anggrek Biru)

Cinta

by NN

Ingin ku segera memelukmu…

Membawamu tuk iringi langkahku…

Namun tak berhak aku…

Dan takkan kupaksakan itu…

Kau masih belum milikku…

Belum jadi kekasihku…

Dan ku belum jadi bagian hidupmu…

Belum jadi satu yang selalu mengisi hatimu…

Meski terasa lelah aku bertahan…

Aku akan terus menahan…

Segala kerinduan…

Dan hasrat yang tak terucapkan…

Kau bagai bulan…

Bersinar terangi gelap malam…

Terlihat oleh mataku tanpa penghalang…

Namun kau sulit tergapaikan…

Tapi aku pasti bertahan…

Karena kau tlah memberiku harapan…

Akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan…

Meski kutahu tak semudah itu tuk menggapaimu…

Karena yang inginkan kau bukan hanya aku…

Engkau putri raja yang didamba…

Banyak yang pangeran dan kesatria yang mencoba menggapaimu…

Sedangkan aku hanya prajurit tak bernama bagimu…

Ya… Aku memang prajurit tak bernama…

Tak sekuat kesatria…

Tak semenawan pangeran…

Hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja…

Namun aku pasti menunggumu…

Menunggu jawaban dari cintaku…

Meski lelah aku…

Meski tipis harapanku…

Aku pasti kan menunggumu…"

Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040, Kau Menjawab Pertanyaan Cucumu

by Taufiq Ismail

Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu
Bersama beberapa ribu kawanmu
Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju
Bersama-sama membuka sejarah halaman satu
Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru
Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru
Terpicu oleh kawan-kawan yang ditembus peluru
Dikejar masuk kampus, terguling di tanah berdebu
Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu
Sampai kini sejak kau lahir dahulu
Inilah pengakuan generasi kami, katamu
Hasil penataan dan penataran yang kaku
Pandangan berbeda tak pernah diaku
Daun-daun hijau dan langit biru, katamu
Daun-daun kuning dan langit kuning, kata orang-orang itu
Kekayaan alam untuk bangsaku, katamu
Kekayaan alam untuk nafsuku, kata orang-orang itu
Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu
Yang diguncang-guncang genggaman orang-orang itu
Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu
Maka kami bergeraklah kini, katamu
Berjalan kaki, berdiri di atap bis yang melaju
Kemeja basah keringat, ujian semester lupakan dulu
Memasang ikat kepala, mengibar-ngibarkan benderamu
Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu
Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu
Sudahlah, ayo kita bergerak saja dulu
Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu.

1998

Malu (aku) Jadi Orang Indonesia

by Taufik Ismail

I
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini

II

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.

IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

1998

ELEGI


by Asrul Sani

Ia yang hendak mencipta,
menciptalah atas bumi ini.
Ia yang akan tewas,
tewaslah karena kehidupan.
Kita yang mau mencipta dan akan tewas
akan berlaku untuk ini dengan cinta,
dan akan jatuh seperti permata mahkota
berderi sebutir demi sebutir
Apa juga masih akan tiba,
Mesra yang kita bawa, tiadalah
kita biarkan hilang karena hisapan pasir
Engkau yang telah berani menyerukan
Kebenaranmu dari gunung dan keluasan
Sekali masa akan ditimpa angin dan hujan
Jika suaramu hilang dan engkau mati.
Maka kami akan berduka, dan kanan
menghormat bersama kekasih kami.
Kita semua berdiri di belakang tapal,
Dari suatu malam ramai,
Dari suatu kegelapan tiada berkata,
Dari waktu terlalu cepat dan kita mau tahan,
Dari perceraian - tiada mungkin,
Dan sinar mata yang tiada terlupakan.
Serulah, supaya kita ada dalam satu barisan,
Serulah, supaya jangan ada yang sempat merindukan senja,
Terik yang keras tiada lagi akan sanggup
mengeringkan kembang kerenyam*
Pepohonan sekali lai akan berdahan panjang
Dan buah-buahan akan matang pada tahun yang akan datang.
Laut India akan melempar parang
Bercerita dari kembar cinta dan perceraian
Aku akan minta, supaya engkau
Berdiri curam, atas puncak dibakar panas
dan sekali lagi berseru, akan pelajaran baru.
Waktu itu angin Juni akan bertambah tenang
Karena bulan berangkat tua
Kemarau akan segan kepada bunga yang telah berkembang.
Di sini telah datang suatu perasaan,
Serta kita akan menderita dan tertawa.
Tawa dan derita dari yang tewas
yang mencipta….."

CINTA

karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari"

Rahasia Biruku....

by Khalil Gibran

Biru…
aku ingat saat dirimu menatap mataku dengan lembut
dan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam

biru…
ternyata dirimulah yang bisa membuatku kembali membuka hati
yang tertutup rapat oleh serpihan luka yang lama terpendam
membuatku dapat melupakan semua keraguan jiwa
dan lebih merasakan hangatnya cinta…

biru…

kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku

kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…

biru…
kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan…

Rajawali

by WS Rendra

Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri

Rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara

Rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya

Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana

Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka

W.S Rendra, Kumpulan Puisi ” Perjalanan Bu Aminah “, Yayasan Obor Indonesia - 1997"

Forever Friend

by. NN

Sometimes in life
you find a special friend
Someone who changes your life
just by being part of it.

Someone who makes you laugh
until you can't stop
Someone who makes you believe
that there really is good in the world.
Someone who convinces you
that there really is an unlocked door
just waiting for you to open it.
This is Forever Friendship.

When you're down,
and the world seems dark and empty,
Your forever friend lifts you up in spirit
and makes that dark and empty world
suddenly seem bright and full.

Your forever friend gets you through
the hard times, the sad times,
and the confused times.
If you turn and walk away,
your forever friend follows.
If you lose your way,
your forever friend guides you
and cheers you on.

Your forever friend holds your hand
and tells you that
everything is going to be okay.
And if you find such a friend,
you feel happy and complete,
because you need not worry.
You have a forever friend for life,
and forever has no end