Rab 10 Juni 2009 pukul 7:08 by SA
Pagi begini
sekian tahun lalu
berpeluh lagi aku berlari
dari sisi ke sisi kampus
terhantuk hantuk hampir ku jatuh
meski lutut sudah medengkur
tetap ku lari hanya untuk seungguk tenmpat duduk
yang katanya bagus untuk yang BAGUS
dan memang BAGUS
yang duduk disitu
selalu bikin aku
terkulum
saut bertalu lembaran buku
dari satu ke satu huruf
terlintas jari melata diantara pena
bukan menulis bukan menggaris
tapi meramah diantara kertas kuliah
yang kian merapat diatas tangan bertumpuk
malu aku tapi rindu aku
akan ITU
di saat ITU
aku terhantuk, mata berpaut pada duduk
bagai patung mencurut
menatap bicara sang pembicara
dalam ruang kelas di tempat kuliah
biarkan dia mengambang
dalam genggam tangan meremas
mata mebelalak
tapi hatiku tetap beradu
dalam sapaan bahasa
tanpa kata diantara tatap mata MESRA
terus ku meliuk, dalam bangku dudukku yang agak rapuh
tapi kukuh aku beradu
merapat antara tanganku
dalam rajut entah kenapa
semua terasa lapang
dalam dekap telapak tangan mendekap
perlambang rasa
yang dibilang SAYANG
antar yang MENCINTA
di saat REMAJA
itu cuma kenang yang terkenang
dan kini ku tersentak
lelap pun telah tiada
diantara remangnya ruang
untuk menata angka angka
untuk semua anak sekolah
sebagai tanda dia adalah siswa
yang setiap tahun
harus berubah kelas
kearena dia dibilang
NAIK KELAS
selamat tinggal MIMPIKU
akan indah dimasanya untuk ku kenang
sekedar melepas penat
atas angka angka
dalam sebidang kertas
sebagai tanda
dia adalah PINTAR
dalam berganti KELAS
semua ku langkah
dari hati iklas
untuk sebuah hikmah
dari sebuah lapang
di dada
YANG GERSANG
............................Bangun indah sang pagi, 10062009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar