Senin, 8 Juni 2009 jam 20:05 by Salahuddien
jangan pergi, kekasih, seperti dulu saat Kau lepas aku
dari rengkuhMu
menetaplah di sini biar bisa kurangkup tubuhMu
bila angin malam gigilkan tulang-tulangku
tinggallah di sini agar tak berpaling mataku
dari wajahMu sayu
dan kaki kecil ini tak lagi berlarian
seperti kanak-kanak di tanah becek hari hujan
tanpaMu bajang semua pekerjaanku
Kau rumah tempat kembali bila langit merah
sepanjang jalan kujaga bunga yang dulu Kau tanam
tersembunyi ia dari semua indria
lihat, kuncupnya menjulur menembus dinding daging
melentik lewati tujuh lengkung langit
parasnya tak biasa, bidadari kacau hatinya
tapi Kau belaka yang boleh memetiknya
bimbinglah tangan dan kaki yang tersusun mimpi
dengan seratus pesona dari satu nama
sampai telapak tak menapak dunia
melayang aku oleh hirup nafasMu
seperti layang-layang, Kau tarik ke genggamMu
lalu Kau dekap aku di buaiMu hangat
Kau ayun tubuhku lirih hingga tertidur di dadaMu
lelap di ranjang mawar abadiMu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar