Minggu, 14 Juni 2009

Nyawa Prajurit Jangan di Entit

Sab 13 Juni 2009 pukul 8:33 by Yudha Waskita

Balonku ada lima
rupa rupa warnanya
tapi
kekayaan Negeriku ada banyak
satriyanya miskin terlantar
dari PRADA sampai sang JENDERAL
lelah berjuang untuk menjaganya
tapi lelah juga untuk berADA
karena
GAJInya SAK UPIL
umurnya terhitung hari
sehingga
si PRADA harus NGOJEK
kalau selesai apel malam
Bapak JENDERAL
cari tambahan
entah dgn bagimana
HANYA TUHAN YANG TAHU

kita...?
bisanya kasihan......mungkin ada yang mencerca....

yah nasib mu SATRIA ku
BERHASIL TIDAK DIPUJI
BERANGKAT TUGAS DIANGGAP MATI
HILANG TIDAK DICARI
GAGAL TUGAS DICACI MAKI bahkan DIINTEROGASI

duh GUSTI.....
SATRIAku gajinya seumur hari
bhaktimu sampai MATI
fasilitasmu di irit irit
sampai pesawat tergelincir
kami kira terbirit mau terkencing
ternyata jungkir
diatas bukit
akhirnya
M A T I
karena
I R I T
mudah mudahan juga tidak karena di ENTIT

meski kau dikontrak mati
tapi BUKAN MATI KARENA TERGELINCIR
tapi mati untuk secangkir AIR PERTIWI
mati untuk SEBUNGKAH TANAH PERTIWI
mati untuk ANAK PERTIWI
di BUMI INI
di BUMI PERTIWI NUSANTARA INI
pertaruhkan NYAWA
demi seebidang MERAH dan PUTIH
tuk terbentang dalam kibar tinggi
yang bikin IRI sejagat BUMI

dengan ayat pasrah
kau berserah
pada NYA
SANG PENCIPTA
demi sebuah HAYAT
ANAK PERTIWI
NUSANTARA
I...N...I

sesak kataku
tuk berkata dan
tuk menahan sebuah NYATA
yang susah kutangis
karena bertubi
yang harus ku sedihi
dari MATI dan KEMATIAN
karena alasan DI-IRIT
dan sekali lagi mudah-mudahan tidak di ENTIT
karena disana gantungan nyawa PRAJURIT

DUH GUSTI berapa NYAWA haru HILANG
supaya bisa menyadarkan sang PEMEGANG KUASA?
untuk sadar akan tugas sang PRAJURIT
yang hidup sudah MENJERIT
berjuang sampai PERIH
tapi nasib harus SAKIT
belum lagi hutang yang MELILIT
karena si UPIK SAKIT
harus pinjam KREDIT
di KOPERASI
yang itupun mau di KIKIS HABIS

duh PRAJURIT (PRAsejahtera JUjur tapi hidup iRIT)
jangan khawatir
itu sudah warnamu
itu sudah darahmu
itu sudah takdirmu
itu sudah tugasmu
biarkan dan biarkan
orang mencibir dan mengENTIT
siapapun dia
dari PRADA sampai JENDERAL
TUHAN AKAN MENCATAT SEMUA
sebagai DHARMA
bagai MANISNYA GULA
bagai ASINNYA GARAM
siapa yang MENGUTIL dan MENGENTIT
akan terkena TAKDIR
atas KARMA
untuk menuai PAHALA
atas perbuatan
yang dilampah
di alam ini
di PERSADA INI
karena KUTAHU KINI
KESATRIA-KU
TELAH BERSUMPAH
PADA NUSA BUMI INI
TETAP MENJAGA
DARI SEMUA
DURJANA
YANG MENINDAS
HARAPNYA BANGSA
ATAS
SEJAHTERANYA BANGSA
DAN DAULATNYA RAKYAT
UNTUK
M E R D E K A
DALAM SEGALA RUPA
untuk
N.U.S.A.N.T.A.R.A - J.A.Y.A


..................................KALTA, JAKARTA, 07:08 13 Juni 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar